Smartphone 5G Banyak Bermunculan, Indonesia Sudah Siap Teknologinya?

0
21


JawaPos.com – Akhir Februari 2019 lalu menjadi langkah baru dalam industri telekomunikasi di seluruh dunia. Lewat gelaran Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol, berbagai vendor teknologi perangkat telekomunikasi memamerkan kesiapan mereka menyambut jaringan seluler generasi kelima alias 5G. Vendor-vendor tersebut antara lain pabrikan smartphone Samsung, LG, Xiaomi, Huawei, ZTE, dan masih banyak lagi. Operator telekomunikasi dari beberapa negara juga mengumumkan kesiapan ihwal kedatangan 5G.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Hal tersebut mengingat Indonesia masuk dalam target pasar potensial para pabrikan smartphone global. Beberapa vendor smartphone yang kami singgung di atas juga hadir di Indonesia dengan banyak jenis tawaran smartphone. Untuk 5G pun demikian, mereka pasti akan membawa serta perangkat smartphone 5G ke tanah air. Sementara realisasi Indonesia untuk teknologi 5G tampaknya masih butuh waktu lama.

Pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ridwan Effendi memaparkan, negara-negara maju memang saat ini sudah siap dengan 5G, seperti Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang. Sementara kebanyakan negara di dunia baru dapat mengakses jaringan 5G tahun 2020. Indonesia sendiri diprediki baru akan merasakan komersialisasi 5G pada 2025 mendatang.

Menurut Ridwan, ada beberapa faktor yang menjadi driver atau acuan 5G di Indonesia. Pertama, yang menjadi driver adalah vendor. Kesiapan vendor dalam melakukan pengembangan, trial, dan implementasi perangkat-perangkat pendukung 5G akan memberikan opsi selebar-lebarnya kepada operator mengenai waktu dan metode implementasi 5G komersial.

Lainnya ada aplikasi. Dari faktor aplikasi, dia menilai bahwa setiap generasi teknologi selalu diiringi dengan ‘killer applications’. Pada era 5G, aplikasi akan bergerak ke arah Machine to machine (M2M) dengan ragam layanan yang luas dan latency supercepat.

“Device juga penting. Kesiapan ekosistem pada sisi pelanggan juga akan menjadi salah satu faktor pendorong 5G. Tidak hanya handset dengan kemampuan 5G-enabled, tetapi juga device dengan reliability dan daya baterai yang tahan lama menjadi salah satu pemicu utama munculnya the next ‘G’,” terangnya kepada JawaPos.com.

Terakhir, faktor penting lainnya dari driver 5G di Indonesia adalah Kebijakan. Kebijakan dari regulator ataupun pemerintah memiliki pengaruh yang sangat besar. Khususnya mengenai pengalokasian spektrum frekuensi dan skenario implementasi 5G nasional. “Melalui proses pengalokasian dan pemeilihan metode implementasi yang tepat, maka akan memberikan pondasi yang baik bagi industri 5G nasional yang pada akhirnya menguntungkan seluruh pihak,” jelasnya.

Smartphone 5G Indonesia, Teknologi 5G Indonesia, Kesiapan 5G Indonesia
Smartphone 5G Samsung di Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol, akhir Februari lalu. (IndiaToday)

Selain itu, Ridwan menambahkan bahwa teknologi 5G tidak melulu soal perangkat smartphone. Teknologi 5G juga akan menjadi katalisator bagi revolusi industri ke-4 (Industri 4.0) yaitu pengembangan teknologi Intemet of Things (IOT) dengan aplikasinya di sektor yang lebih luas. “Aplikasi dimaksud seperti industrial remote control, pertanian, kesehatan yang disalurkan dalam sistem real-time, hingga machine to machine (M2M) interaction untuk mendukung automated vehicles dan smart cities,” paparnya.

Sementara bicara kebijakan, di Indonesia sendiri soal 5G memang masih belum siap betul. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam beberapa pertemuan menyebut bahwa di Indonesia, uji coba infastruktur jaringan 5G ditargetkan baru berlangsung 2020 mendatang. Sayangnya, uji coba tersebut untuk sementara pun masih dibatasi pada sektor industri. Belum menyasar konsumen secara luas dalam hal ini pengguna smartphone.

Kendati demikian, pria yang karib disapa Chief RA menyebut bahwa saat ini Indonesia telah masuk dalam tahap penyusunan dan sosialisasi draf kebijakan 5G. Di dalam draf tersebut menyangkut spektrum, model bisnis, biaya hak pakai, dan lain-lain. Pemerintah juga dikatakannya mulai ngabret dengan mempercepat finalisasi kebijakan yang sebelumnya ditargetkan rampung pada 2020 atau 2021. “Jika regulasi baru akan dikeluarkan dua tahun lagi, penerapan 5G akan kembali molor lantaran operator butuh waktu sekitar satu tahun untuk bersiap menggelar jaringan 5G ini,” ujarnya.

Di lain pihak, operator-operator telekomunikasi di Indonesia agaknya jauh lebih cepat daripada pemerintah. Pasalnya, tahun lalu saja tiga operator besar seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo telah menggelar uji jaringan 5G. Meskipun masih dalam lingkup yang sangat terbatas dengan aplikasinya yang terbatas pula.

Smartphone 5G Indonesia, Teknologi 5G Indonesia, Kesiapan 5G Indonesia
Smartphone 5G Huawei Mate X 5G di Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol, akhir Februari lalu. (Manu Fernandez/AP/Time)

Masih dari operator, baru-baru ini Telkomsel juga baru saja menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Huawei dan Cisco untuk support kesiapan jaringan 5G mereka. Hal ini menandakan bahwa sebetulnya Indonesia dari sisi operator sudah siap dan hanya tinggal menanti aturan dari pemerintah saja.

XL Axiata juga demikian. Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengatakan beberapa waktu lalu bahwa pihaknya masih terus melakukan diskusi dengan Kemenkominfo terkait peralihan jaringan 4G ke 5G. Yessie menilai, untuk beralih ke 5G, hal penting yang harus diperhatikan yaitu soal ketersediaan frekuensi yang akan ditetapkan oleh Kemenkominfo.

“5G itu seluruh ekosistem harus siap. Jadi dari seluruh sisi teknologi harus dipersiapkan, dari transmisi dan seterusnya. Tapi yang paling penting dari 5G adalah frekuensi. Kita masih menunggu aturan dari pemerintah. Soal frekuensi dan yang lainnya,” terang Yessie.

Editor           : Fadhil Al Birra

Reporter      : Rian Alfianto





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here