Face Unlock Samsung Galaxy S10 Ternyata Bisa Diretas Pakai Foto

0
56


JawaPos.com – Smartphone flagship Samsung Galaxy S10 Series masih hangat. Baik di etalase toko maupun di kalangan pencinta gadget, trio Samsung Galaxy S10, S10 Plus, dan S10e masih jadi perbincangan.

Terbaru, sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman BGR, Senin (11/3), seorang blogger teknologi asal Italia, SmartWorld, mencoba meretas handset Samsung Galaxy S10 Plus dengan foto. Fotonya itu kemudian digunakan untuk membuka kunci perangkat yang menggunakan Face Recognition. Hasilnya pun cukup membuat kaget. Smartphone berhasil terbuka.

Tidak hanya SmartWorld, pengulas gadget UnboxTherapy, lewat unggahan video di channel YouTube-nya juga mempraktikan hal demikian. Hampir sama seperti SmartWorld, dia mengakali Face Unlock handset Galaxy S10 dengan ‘wajah palsu’ yang ditampilkan dalam video. Berbekal wajahnya yang ditampilkan di video, dirinya berhasil mengakali sistem keamanan Samsung Galaxy S10.


Samsung Galaxy S10 diretas face unlocknya pakai video dari smartphone lain.
(Youtube/UnboxTherapy)

Usut punya usut, apa yang membuat Samsung Galaxy S10 Series begitu mudah diakali sistem keamanannya yang berbasis identifikasi wajah, hal tersebut lantaran Samsung masih menyematkan sistem pengenalan wajah 2D yang kurang aman di Galaxy S10 Series.

Ini agaknya aneh. Pasalnya smartphone premium Galaxy S10 Series di sektor lain keamanannya hadir dengan sensor sidik jari ultrasonik canggih yang akan memberi pengguna autentikasi untuk berbagai tugas. Mulai dari membuka kunci layar hingga pembayaran seluler dan login aplikasi. Pemindai sidik jari di layar hadir di Galaxy S10 (biasa) dan Galaxy S10 Plus.

Tidak berhenti di situ, fingerprint ultrasoniknya bahkan digadang-gadang tak mampu diakali oleh cetakan sidik jari pengguna lain yang mencoba meretas perangkat. Biasanya, sensor sidik jari diakali lewat salinan di kertas atau benda semacam lainnya untuk membuka via sidik jari.

Hal tersebut tak dapat dilakukan lantaran kabarnya pemindai sidik jari ultrasonik di Samsung Galaxy S10 dan Galaxy S10 Plus mampu membaca aliran darah di tangan penggunanya. Jadi, kalau hanya salinan jari lewat kertas tidak akan bisa membuka perangkat sebagaimana face unlock-nya yang diakali lewat foto atau video.

Tidak seperti flagships sebelumnya, kamera depan Samsung Galaxy S10 Series tidak juga memiliki pemindai iris atau iris scanner yang akan meningkatkan keamanan fitur penguncian wajah. Satu-satunya hal yang harus dilakukan untuk memastikan ini tidak pernah terjadi pada pengguna adalah menonaktifkan pembukaan kunci wajah pada Galaxy S10 Series dan menggunakan sensor sidik jari sebagai gantinya.

Editor           : Fadhil Al Birra

Reporter      : Rian Alfianto





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here