Gara-Gara Iklan Luka Lama, Hubungan Leica dengan Tiongkok Memanas

0
20


JawaPos.com – Kerja sama Huawei dengan pembuat kamera asal Jerman, Leica, dikabarkan terancam putus. Pasalnya, Leica kini tengah menghadapi masalah serius dengan pemerintah Tiongkok lantaran iklan yang dibuatnya dianggap mengulik luka lama masyarakat Tiongkok. Iklan yang dimuat di YouTube utu terkait tragedi Tiananmen Square pada 1989 lalu.

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari TheVerge, Senin (22/4) Leica atas insiden tersebut mendapat kecaman dan berbuntut namanya di-blacklist dari Tiongkok. Leica dan apa pun yang berkenaan dengan mereka tidak akan bisa tampil di Tiongkok sekali pun lewat dunia maya. Bahkan, nama Leica pun ‘haram’ diucapkan di platform media sosial Tiongkok, Weibo.

Hal itu terjadi lantaran Leica mengunggah sebuah video iklan. Rekaman berdurasi hampir lima menit itu berjudul ‘The Hunt’ dan sebenarnya mengisahkan tentang para pewarta foto yang bertaruh nyawa di daerah konflik. Tak ada yang salah memang jika dilihat sekilas. “Film ini didedikasikan untuk mereka yang ingin melihat kita,” jelas caption video di akhir dan ditutup dengan logo Leica.

Namun di dalam video terdapat adegan seorang jurnalis foto yang menentang interogasi dari polisi Tiongkok dan berhasil tinggal di kamar hotelnya. Dia kemudian dapat mengambil foto seorang pengunjuk rasa yang berdiri di depan tank polisi (Tank Man) dan menghalangi jalan mereka. Adegan itulah yang menjadi awal permasalahan Leica dan pemerintah Tiongkok.

Screenshot iklan video kontroversial Leica yang menyulut emosi pemerintah Tiongkok. (YouTube)

Adegan juga diselingi klip lain dengan jalan cerita serupa, yakni soal pewarta foto dan kisah di baliknya mengenai peliputan di daerah konflik.

Tank Man sendiri menjadi foto ikonik karena memperlihatkan seorang pria sendirian menghentikan konvoi tanks yang ingin melintas. Tank Man kemudian menjadi identik dengan tragedi Tiananmen Square.

Diketahui, pemerintah Tiongkok sangat melarang siapa pun terkait pengisahan ulang tragedi Tiananmen Square dan memberlakukan blokir terhadap segala pembahasan mengenai peristiwa berdarah itu. Hal itulah yang membuat Tiongkok geram dengan Leica.

Iklan video Leica yang menyulut emosi pemerintah Tiongkok itu dirilis 18 April lalu. Kebetulan, iklan Leica muncul menjelang momen peringatan 30 tahun demonstrasi Tiananmen 1989 awal Juni mendatang. Video tersebut kini telah di-take down dari YouTube. Namun kadung viral, video tersebut juga banyak yang me-reupload atau mengunggah ulang.

Sebagai informasi, hingga saat ini soal demonstrasi Tiananmen 1989 tak banyak dibicarakan di Negeri Panda itu lantaran ada banyak versi dalam peristiwa berdarah tersebut. Disebutkan bahwa ribuan orang tewas dalam aksi demo pro-demokrasi antara sipil dan militer.

Kembali ke iklan video kontroversial ‘The Hunt’, Leica menolak bertanggung jawab. Seorang juru bicara mengatakan kepada South China Morning Post (SCMP) bahwa iklan itu tidak secara resmi ditugaskan oleh Leica. Iklan tersebut kabarnya dibuat oleh agensi iklan Brasil F / Nazca Saatchi & Saatchi, bagian dari jaringan iklan besar yang mendukung klien termasuk T-Mobile, Lexus, dan Toyota.

“Karena itu Leica Camera AG harus menjauhkan diri dari konten yang ditampilkan dalam video dan menyesali kesalahpahaman atau kesimpulan salah yang mungkin telah ditarik,” kata juru bicara Leica menulis dalam email ke SCMP.

Pada cerita yang sama, SCMP mewawancarai seorang aktivis hak asasi manusia yang juga seorang pemimpin mahasiswa dan yang selamat dari protes tahun 1989. Dia menyatakan kekecewaannya pada Leica karena iklan tersebut.

Sementara untuk hubungan Huawei dan Leica sampai saat ini masih belum jelas. Huawei belum memberikan tanggapan. Yang jelas, Huawei merupakan raksasa teknologi yang dominan di Tiongkok. Lewat smartphone, Huawei menang menjalin kerja sama dengan Leica untuk urusan kamera smartphone-nya. Smartphone besutan Huawei menggandeng Leica juga populer, bahkan sampai ke pasar-pasar mereka di luar Tiongkok termasuk Indonesia.





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here