Bermain Curang, Ribuan Akun Gamer Fortnite Kena Banned

0
33


JawaPos.com – Sebuah kompetisi seharusnya menjadi ajang paling bersih dari kecurangan. Namun, komitmen sportivitas tampaknya tidak terlihat pada kompetisi game Fortnite ini. Para pemain pun akhirnya di-banned alias diblokir karena ketahuan curang.

Ajang Fortnite World Cup nyatanya tak mampu membuat peserta berperilaku baik. Epic Games selaku si empunya game tembak-menembak itu telah melarang lebih dari 1.200 akun untuk beberapa bentuk kecurangan selama minggu pertama turnamen online.

Sebagian besar dari mereka, yakni 1.163 di antaranya, menerima larangan bermain selama dua minggu karena melewati batasan regional dan mencoba bermain di banyak daerah. Sementara 196 dari mereka harus kehilangan hadiah yang mereka menangkan. Sebanyak 48 lainnya dilarang untuk berbagi akun (sembilan di antaranya termasuk yang kehilangan hadiah), sedangkan satu menerima larangan kompetisi 72 jam karena sengaja memutuskan hubungan.

Ada juga beberapa hukuman yang lebih serius yakni delapan akun menerima larangan untuk bekerja sama. Lainnya yang tidak disebutkan namanya yang berhasil sampai ke semi-final justru secara permanen dilarang memainkan game ini setelah mereka kedapatan menggunakan perangkat lunak curang dalam lima menit pertama pertandingan.

Masih ada waktu di Fortnite World Cup ini. Finalnya akan berlangsung pada 26 Juli mendatang. Minggu kedua ini baru saja dimulai dengan putaran pertama pertandingan duo. Dalam laporannya, Epic mengatakan larangan akun berfungsi sebagai peringatan. Mereka berharap bahwa gelombang pemain berikutnya akan menjaga semuanya tetap bersih.

Sebagai informasi, tawaran Epic untuk kejayaan e-sports sangat bergantung pada World Cup yang mulus ini. Hal itu berarti mencegah para pemain untuk bermain curang sejak awal. Adapun untuk menuju final piala dunia Fortnite akan mencakup lima acara showcase yang berlangsung mulai 29 April – 7 Juni 2019. Sementara final Fortnite World Cup akan berlangsung di Stadion Arthur Ashe yang memiliki kapasitas 23.000 kursi di New York City, Amerika Serikat (AS).





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here