TeleCTG Manfaatkan Internet Wilayah 3T untuk Layanan Kesehatan

0
18


JawaPos.com – Perluasan jaringan telekomunikasi yang dilakukan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mulai terasa manfaatnya. Salah satunya bagi Sehati TeleCTG. Platform tersebut memanfaatkan internet positif di wilayah terluar Indonesia untuk pelayanan kesehatan.

Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah (LTIMP) Bakti Danny Januar Ismawan mengatakan, tujuan utama program Bakti Kemenkominfo yaitu membuka jaringan telekomunikasi di daerah yang terisolir dari jangkauan jaringan seluler. Terutama di daerah pelosok Kepulauan Mentawai yang masih berstatus tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Dengan adanya pembangunan BTS ini diharapkan kedepannya dapat mendukung program pendidikan dan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mentawai,” kata Danny yang sudah meresmikan pembangunan 25 tower Base Transceiver Station (BTS) di Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, sebagaimana dalam keterangan resminya kepada JawaPos.com.

Lebih jauh, pihaknya menjelaskan, ketersediaan jaringan internet cepat dan andal menjadi prasyarat untuk pengembangan dan pemanfaatan konten, aplikasi, maupun platform yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Sebagai informasi, Sehati TeleCTG merupakan sebuah perusahaan inovasi teknologi kesehatan yang menggunakan perangkat medis TeleCTG (cardiotocography). Platform ini bisa diakses melalui smartphone dengan aplikasi Ibu Sehati dan Bidan Sehati. Sehati TeleCTG berkesempatan mengimplementasikan penggunaannya langsung di masyarakat desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan.

Sehati TeleCTG konsen terhadap peningkatan pelayanan kesehatan khususnya untuk ibu hamil di daerah tertinggal. Platform ini pun mendapat respons positif. Adapun kolaborasi antara Kemenkominfo melalui LTIMP Bakti dengan Sehati TeleCTG diharapkan ke depannya dapat terus tumbuh bukan hanya di Kabupaten Mentawai, namun di daerah-daerah lain yang masih berstatus 3T lainnya.

Alat CTG yang dikemas dengan teknologi digital diklaim akan mempermudah penggunaan dan distribusi CTG sehingga harga untuk penyediaan perangkat ini dapat ditekan. Dengan alat CTG ini juga diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang masih tinggi di Indonesia.

Koordinator Bidan Operasional Sehati TeleCTG menjelaskan bahwa Aplikasi Sehati TeleCTG ini merupakan solusi inovatif untuk mendeteksi dini faktor risiko ibu hamil sehingga dapat menekan tingkat kematian ibu dan anak. Selain itu, mereka juga mengklaim concern dengan masalah stunting melalui jaringan internet yang baik dapat bekerja secara optimal.





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here