Akui Ada Bug, Twitter Mohon Maaf Tak Sengaja Bagikan Data Pengguna

0
5


JawaPos.com – Sekarang ini banyak aplikasi smartphone membutuhkan akses lokasi pengguna. Tujuannya bisa untuk meningkatkan layanannya. Misalnya, mengetahui di mana pengguna berada dan dapat memberikan informasi yang lebih baik tentang cuaca. Kemudian bisa pula untuk menentukan titik jemputan bagi layanan ride sharing.

Padahal akses lokasi saat ini menjadi bagian dari privasi dan data pengguna smartphone. Memberikan akses lokasi juga tidak boleh sembarang. Pun dengan platform yang meminta data pengguna. Pemilik aplikasi harus berhati-hati dan pandai menjaga kepercayaan agar data lokasi user-nya tidak disalahgunakan.

Soal data lokasi sebagaimana disinggung di atas, Twitter baru-baru ini menemukan bug atau celah keamanan. Bug tersebut secara tidak sengaja kemudian membagikan data lokasi pengguna kepada aplikasi pihak ketiga.

“Anda memercayai kami untuk berhati-hati dengan data Anda, dan karena itu, kami ingin terbuka dengan Anda ketika kami melakukan kesalahan. Kami telah menemukan bahwa kami secara tidak sengaja mengumpulkan dan berbagi data lokasi iOS dengan salah satu mitra tepercaya kami dalam keadaan tertentu,” jelas pihak Twitter dalam blog resminya sembari mengakui kesalahannya.

Lebih jauh, pihak Twitter menjelaskan, data pengguna yang terkumpul itu berasal dari platform iOS yang menggunakan dua akun dalam satu aplikasi. Jika user Twitter menggunakan lebih dari satu akun di Twitter untuk iOS dan memilih menggunakan fitur lokasi yang tepat di satu akun, Twitter mengakui mungkin mereka secara tidak sengaja mengumpulkan data lokasi ketika menggunakan akun lain pada perangkat yang sama dengan yang dimiliki.

“Secara terpisah, kami bermaksud menghapus data lokasi dari bidang yang dikirim ke mitra tepercaya selama proses periklanan yang dikenal sebagai real-time bidding. Penghapusan lokasi ini tidak terjadi sesuai rencana. Namun, kami telah menerapkan langkah-langkah teknis untuk ‘mengaburkan’ data yang dibagikan, sehingga tidak lebih tepat daripada kode pos atau kota berukuran 5 km persegi,” kata Twitter membela diri.

Karena dikaburkan, Twitter mengklaim data lokasi tersebut tidak dapat digunakan untuk menentukan alamat atau memetakan pergerakan user secara tepat. Mereka juga menyebut bahwa mitra tidak menerima data seperti pegangan Twitter atau ID akun unik lainnya yang dapat membahayakan identitas pengguna di Twitter.

“Ini berarti bahwa untuk orang yang menggunakan Twitter untuk iOS yang secara tidak sengaja kami kumpulkan dari informasi lokasi, kami mungkin juga telah membagikan informasi itu dengan mitra iklan tepercaya,” tambah pihak Twitter.

Terkait bug yang mengancam data lokasi pengguna, pihak Twitter mengaku telah mengonfirmasi dengan mitra mereka yang terlibat serta memastikan bahwa data lokasi belum disimpan dan hanya ada di sistem mereka untuk waktu yang singkat dan kemudian dihapus. Twitter juga mengaku telah memperbaiki masalah ini dan bekerja keras memastikan itu tidak terjadi lagi.

“Kami juga telah berkomunikasi dengan orang-orang yang akunnya terkena dampak untuk memberi tahu mereka bahwa bug telah diperbaiki. Kami meminta Anda untuk memeriksa pengaturan privasi guna memastikan Anda hanya berbagi data yang Anda inginkan dengan kami,” beber pihak Twitter.

“Kami sangat menyesal ini terjadi. Kami mengakui dan menghargai kepercayaan yang Anda berikan kepada kami dan berkomitmen untuk mendapatkan kepercayaan itu setiap hari,” sambung Twitter.





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here