Telkomsel Bentuk TMI, Anak Usaha Baru untuk Permodalan Startup

0
5


JawaPos.com – Telkomsel membentuk anak perusahaan baru bernama Telkomsel Mitra Inovasi (TMI). Anak perusahaan BUMN itu didirikan untuk mendukung aktivitas investasi dan kemitraan strategis baru dengan startup.

Telkomsel menyatakan telah menyediakan dana investasi baru untuk menemukan, melakukan pendanaan strategis, kemudian bekerja sama dengan berbagai startup yang berada di tahap pertumbuhan awal (early-growth stage). Dana awal yang dikeluarkan sebesar USD 40 juta atau sekitar Rp 580 miliar yang merupakan kolaborasi MDI Ventures Telkom dan Singtel Innov8, sebuah corporate venture capital (CVC) milik Singtel.

TMI sendiri 100 persen milik Telkomsel. TMI bertugas melakukan aktivitas investasi serta proses sinergi dan kolaborasi di berbagai unit bisnis Telkomsel. Hal ini sekaligus mendorong aspek transformasi digital perusahaan dalam rangka mengakselerasi pengembangan berbagai layanan baru, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan optimalisasi proses bisnis perusahaan. TMI berinvestasi pada perusahaan baru yang menjanjikan dan memiliki potensi kerja sama secara sinergis dalam mengakselerasi pertumbuhan perusahaan tersebut dengan memanfaatkan akses pada ekosistem, aset, dan kompetensi yang dimiliki Telkomsel.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, kolaborasi bersama MDI Ventures Telkom dan Singtel Innov8 melalui TMI akan memberikan Telkomsel kemampuan untuk menghadirkan engagement model yang lebih fleksibel dan responsif. “Ini tentu dapat diandalkan bagi startup yang mencari akses ke permodalan strategis kami,” katanya dalam keterangan resminya kepada JawaPos.com, Senin (13/5).

Ririek berharap bahwa TMI berperan sebagai sarana untuk mengakses berbagai peluang baru yang menarik di sektor teknologi. “Kami bekerja sama dengan startup dalam membangun rencana strategis dan eksekusi operasional untuk memaksimalkan nilai jangka panjang. Kami selalu mencari cara untuk memanfaatkan aset Telkomsel dan memosisikannya untuk bisa dikembangkan dengan cara yang berbeda,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, CEO TMI Andi Kristianto menambahkan, banyak market insights yang dapat diberikan dari perspektif enterprise dan consumer di Indonesia. “Kami juga dapat membantu meningkatkan corporate awareness dalam ekosistem bisnis digital,” ujarnya.

Sebagai informasi, kolaborasi dengan startup bukanlah hal yang baru bagi Telkomsel. Sejak 2015, lebih dari 5.000 startup dari 20 kota di Indonesia telah mendapatkan akses kepada sumber daya Telkomsel melalui program The NextDev. Pada 2018, Telkomsel juga meluncurkan program inkubasi untuk internet of things (IoT) bernama Telkomsel Innovation Center (TINC). Program ini bertujuan untuk membantu mereka mengeksekusi strategi go-to-market dan meningkatkan kapabilitas teknis produk mereka.





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here